Selasa, 02 September 2008

Maaf ku mengabaikanmu


Satu teguran manis telah memanaskan telinga. Saya tau kamu marah..... maafkan aku....
Jika aku berlari bersembunyi maafkan aku..... mungkin aku salah... dan aku memang salah :)
Berbagai pemikiran telah membutakanku untuk pergi berlari dan mengandalkan diri sendiri.
Terpaan demi terpaan angin telah membuatku mengigil.... namun aku memutuskan untuk sendiri
Ku akui aku sepi, tapi aku cukup sadar akan kesibukan kalian pada awalnya...... sampai pada satu titik aku mengangkat diri menjadi pejuang tunggal.

Itulah sedikit pemikiran konyol akibat benteng perlindungan diri. Aku sangat egois sampai tidak berfikir atas batas2 toleransi kesabaran sahabat. Aku sangat tersanjung untuk diingatkan dan ditegur.... karena aku sempat berfikir bahwa aku hanyalah ada di bayangan kalbu kalian.....

Mungkin aku bosan dengan hiruk pikuk kota beserta atributna kesenangannya yang ada. Aku jenuh dengan keramaian.... sampai kau mengajarkanku keheningan..... larut dalam alunan musik dan larut dalam keasyikan diri tanpa sadar tenggelam dalam rutinitas dan impian.... dan aku melupakan sesamaku.......

Sebuah lantunan musik, secangkir teh anget dan sebuah PC cukup membuatku nyaman
Sebuah boneka empuk, desiran angin dari kipas angin tua mampu melelapkanku dan melupakan semua masalahku
Seember air cukup menyegarkan otakku, sebuah buku sanggup mengasikkan ku. sebuah pensil dan kertas kosong mampu meredam amarahku, Aku bercakap dengan nuraniku dalam sepekan..... dan pekerjaanku mampu membiusku dari deraan rasa yang berkecambuk di hatiku...... aku kehilangan kontak..... dan aku merindukanmu...

Sebuah muka berseri yang selalu tersenyum lembut
Sebuah pribadi yang mampu menemaniku berjalan berjam2 dan berkilo2 meter
yang mampu berbicara dan memberikanku nasihat dan solusi
tempat sharing untuk terus memotivasi diri
yang itu semua tidak aku dapatkan......... dalam pelarianku

Kini aku sadar aku tengah mengabaikanmu..... demi keegoisanku
Aku tak pernah ada saat kau sedih
Aku menghilang saat kau ingin berbagi
Aku yang telah kehilangan jejakmu

Maafkan aku...... sahabat......

^_^ untuk seorang sahabat





1 komentar:

Anonim mengatakan...

Owh so sad..tetap smangat tsai