skip to main |
skip to sidebar
Keputusan terberat dalam hidupku saat ini adalah menentukan seseorang yang bisa menjadi pendamping selama hidupku. Kadang aku berfikir inikah waktu yang tepat.... atau sebenarnya masih banyak jalan yang mesti kulalui untuk menemukannya.......Sejujurna aku tidak pernah tau, dan aku masih ragu......Sejujurna aku takut melangkah, menghadapi masa depan.....
Ternyata komitmen adalah hal yang penting, tapi apakah komitmen hanya berfungsi sebagai pengikat dan rasa aman saja????? Apakah berhak bila setiap orang yang memiliki komitmen bertindak seenaknya karena merasa nyaman dengan komitmen sehingga melupakan hal-hal kecil yang harusnya dijaga..... ????? Esensi komitmen yang mulai dipertanyakan..... khususnya bagi hati ini.
Kadang aku berfikir dan menjadikan ini sebagai suatu dilema dalam hidup... Masa lalu telah menciptakan trauma yang berkepanjangan yang sulit dihempaskan. Komitmen pun terasa sebagai tameng dalam suatu hubungan Dongeng klasik masa lampau tetap sebagai sebuah dongeng, yang tak pernah mampu merasuki otak untuk berharap menjadi suatu kenyataan yang sempurna.
Kebohongan demi kebohongan telah membalut hati ini agar terasa nyaman.... sampai pada kebohongan yang menghantarku melukai orang yang kusayang pertengkaranpun terjadi dan tidak bisa dielakkan dan aku... kembali bertanya apakah komitmen itu masih berlaku dan bertahan???? karena sejujurna aku sendiri bingung, dan sudah lupa untuk bertindak dengan akal sehat. Mungkin aku letih...
Tapi keputusan awal dalam berkomitmen talah dibuat.....
dan seharusnya aku mampu membersihkan segala sampah yang tengah merong-rong hati dan perkataanku. Tengah ada hati yang tulus menerima dan berserah pada diri ini tengah kusakiti.
Dan dengan sesal mungkin dia memendam kekecewaan yang besar terhadap langkah2 besarku yang salah. Aku menyesal.... dan tengah menerima konsekwensi yang menurutku cukup berlebihan.
Ternyata menjalankan apa yang kita putuskan tidaklah mudah...
Butuh perjuangan, penerimaan da kepercayaan yang besar
dan aku masih larut dalam ruang yang sama tanpa mampu beranjak
Apakah aku tengah siap berkomitmen dengan serius??
Terlalu banyak kata tersumbar keluar, tanpa esensi yang mendalam
Terlalu banyak penekanan perasaan yang mulai berkecambuk
Tapi kini aku akan diam... mengerem semua perkataan ku
dan lebih menenangkan perasaanku.....
bentuk usaha dari suatu keputusan yang tengah aku approval
Maafkan aku telah melukai banyak hati.....
Satu teguran manis telah memanaskan telinga. Saya tau kamu marah..... maafkan aku....
Jika aku berlari bersembunyi maafkan aku..... mungkin aku salah... dan aku memang salah :)
Berbagai pemikiran telah membutakanku untuk pergi berlari dan mengandalkan diri sendiri.
Terpaan demi terpaan angin telah membuatku mengigil.... namun aku memutuskan untuk sendiri
Ku akui aku sepi, tapi aku cukup sadar akan kesibukan kalian pada awalnya...... sampai pada satu titik aku mengangkat diri menjadi pejuang tunggal.
Itulah sedikit pemikiran konyol akibat benteng perlindungan diri. Aku sangat egois sampai tidak berfikir atas batas2 toleransi kesabaran sahabat. Aku sangat tersanjung untuk diingatkan dan ditegur.... karena aku sempat berfikir bahwa aku hanyalah ada di bayangan kalbu kalian.....
Mungkin aku bosan dengan hiruk pikuk kota beserta atributna kesenangannya yang ada. Aku jenuh dengan keramaian.... sampai kau mengajarkanku keheningan..... larut dalam alunan musik dan larut dalam keasyikan diri tanpa sadar tenggelam dalam rutinitas dan impian.... dan aku melupakan sesamaku.......
Sebuah lantunan musik, secangkir teh anget dan sebuah PC cukup membuatku nyaman
Sebuah boneka empuk, desiran angin dari kipas angin tua mampu melelapkanku dan melupakan semua masalahku
Seember air cukup menyegarkan otakku, sebuah buku sanggup mengasikkan ku. sebuah pensil dan kertas kosong mampu meredam amarahku, Aku bercakap dengan nuraniku dalam sepekan..... dan pekerjaanku mampu membiusku dari deraan rasa yang berkecambuk di hatiku...... aku kehilangan kontak..... dan aku merindukanmu...
Sebuah muka berseri yang selalu tersenyum lembut
Sebuah pribadi yang mampu menemaniku berjalan berjam2 dan berkilo2 meter
yang mampu berbicara dan memberikanku nasihat dan solusi
tempat sharing untuk terus memotivasi diri
yang itu semua tidak aku dapatkan......... dalam pelarianku
Kini aku sadar aku tengah mengabaikanmu..... demi keegoisanku
Aku tak pernah ada saat kau sedih
Aku menghilang saat kau ingin berbagi
Aku yang telah kehilangan jejakmu
Maafkan aku...... sahabat......
^_^ untuk seorang sahabat
Dear'
Jam malam
Dengan sedikit rasa iklas, ku putuskan untuk membuat Bumi Dewi ini. Waktu telah mengantarkanku ke banyak masa, terlalu sayang untuk dihempaskan dan hilang tanpa cerita. Berbagai rasa telah menerpa nurani, tiba saatnya untuk di ungkapkan. Tak ada lagi kebisuan dan pengekangan asa, semua kuhempas siap di terbangkan, bersama kisah yang menghantarku ke pembelajaran berikutnya. Segala rasa kucoba kuungkap, minimal mampu mendobrak tembok yang tengah kubangun. Tirta akan terus mengalir layakna air.
Perjalanku adalah pembelajaranku. Hal tersulit dalam hidupku adalah jujur terhadap diri sendiri. Berawal dari keterbukaan dan kejujuran, kuucapkan bye bye pada keraguan dan ketakutan. Bye-bye sabotase-sabotase konyol dari mereka yang mengatas namakan cinta. karna aku akan tetap melangkah.
^_^ Dewi Tirta S.